• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer

Water Sport by Wira Tour Bali

Anak perusahaan Wira Tour, menawarkan aktivitas liburan di Bali

  • Home
  • Paket
  • Watersport
    • Banana Boat
    • Parasailing Adventure
    • Jet Ski
    • Seawalker
    • Wisata Pulau Penyu
    • Rolling Donut
    • Snorkeling
    • Flying Fish
    • Flyboard
    • Intro Scuba Diving
    • Wakeboarding
  • Rafting
    • Ayung Rafting
    • Telaga Waja Rafting
    • Melangit Rafting
  • Adventure
    • Naik Unta Nusa Dua
    • Naik Unta Kelan
    • Naik Kuda
    • Naik Gajah Ubud
    • ATV Ride
    • Bersepeda Kintamani
    • Bounty Sunset Dinner Cruise
    • Quicksilver Cruise
    • Lembongan Reef Cruise
  • Destinasi
    • Aktivitas
    • Tips Perjalanan
    • Wisata Kuliner
  • Tentang
    • Kontak
    • Ketentuan
    • English
Ilustrasi Caow Eng Bio, Sejarah Tanjung Benoa

Sejarah Tanjung Benoa: Asal-usul Nama Benua

Anda di sini: Home » Destinasi Bali » Sejarah Tanjung Benoa
Tanggal Terakhir Diubah: 3 Februari 2026 by Wayan Suadnyana Kategori: Destinasi

Sejarah Tanjung Benoa merangkum konteks asal-usul nama “Benua/Benoa”, jejak budaya Caow Eng Bio, dan garis waktu perubahan modern di sekitar Nusa Dua. Ringkasan ini memakai rujukan narasi Desa Adat, data kelurahan (konteks administratif), serta sumber pembanding untuk klaim yang sering berbeda. Halaman ini khusus untuk riset awal tentang sejarah dan istilah.

Terakhir kami cek (WITA, UTC+8): 3 Februari 2026

Daftar isi[Sembunyikan][Perlihatkan]
  • Ringkas cepat Sejarah Tanjung Benoa
  • Cara membaca klaim Sejarah Tanjung Benoa
  • Ringkasan 30 detik Sejarah Tanjung Benoa
  • Sejarah singkat Tanjung Benoa+−
    • Garis besar ceritanya
  • Narasi “Benua” dan perdagangan pesisir
  • Titik balik modern di kawasan selatan Bali+−
    • Timeline modern 1972–1973–1980 (konteks Nusa Dua)
  • Konteks administratif Tanjung Benoa+−
    • Status dan struktur wilayah
    • Batas wilayah
    • “Benoa” vs “Tanjung Benoa”
  • Jejak budaya Tanjung Benoa: Caow Eng Bio+−
    • Caow Eng Bio sebagai penanda yang sering disebut
    • Catatan pembanding (1548 vs 1882)
  • Etika singkat di area tempat ibadah
  • FAQ Sejarah Tanjung Benoa
  • Bacaan terkait
  • Sumber dan kebijakan pembaruan

Ringkas cepat Sejarah Tanjung Benoa

  • Asal-usul “Benua/Benoa” (dalam narasi Desa Adat)
  • Timeline 1972–1973–1980 (konteks Nusa Dua)
  • Caow Eng Bio + catatan pembanding (1548 vs prasasti 1882)
  • Konteks administratif singkat agar tidak salah paham istilah “Benoa”

Catatan scope: Halaman ini membahas sejarah, konteks administratif, dan jejak budaya. Halaman ini tidak membahas aktivitas dan booking, harga, jadwal, atau rekomendasi tempat.

Cara membaca klaim Sejarah Tanjung Benoa

  • Dalam narasi Desa Adat: merujuk pada versi narasi lokal yang kami rujuk di sumber Desa Adat.
  • Data kelurahan: merujuk pada konteks administratif dan batas wilayah.
  • Catatan pembanding: merujuk pada rujukan pihak lain, bukan penentu satu-satunya versi.

Ringkasan 30 detik Sejarah Tanjung Benoa

  • Tanjung Benoa berada di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali (konteks lokasi).
  • Dalam narasi Desa Adat, “Benoa” diyakini berasal dari nama “Benua”, pelabuhan kecil yang ramai dalam cerita pesisir abad ke-16.
  • Dalam narasi yang sama, kawasan ini disebut terkait perdagangan pesisir (komoditas yang disebut: keramik dan hasil bumi).
  • Untuk konteks perubahan modern, sering dirujuk timeline Nusa Dua: 1972 (cetak biru), 1973 (BTDC), 1980 (hotel pertama beroperasi).

Sejarah singkat Tanjung Benoa

Garis besar ceritanya

Benang merah ceritanya bergerak lewat tiga tahap:

  • Pesisir hidup oleh urusan dagang di laut: orang singgah, barang berpindah, sehingga komunitas tumbuh.
  • Dalam narasi ini, peran pesisir tidak berhenti pada singgah dan urusan dagang.
  • Di era modern, kawasan selatan Bali bergerak lebih cepat ketika kawasan Nusa Dua berkembang.

Narasi “Benua” dan perdagangan pesisir

Ilustrasi konteks pesisir dalam Sejarah Tanjung Benoa (bangunan Deluang Sari)
Foto berikut hanya ilustrasi konteks pesisir, bukan rujukan spot kunjungan.

Dalam narasi Desa Adat Tanjung Benoa, kawasan ini disebut pernah menjadi pelabuhan penting dan pusat perdagangan pesisir, termasuk interaksi dengan pedagang Tiongkok. Komoditas tersebut antara lain keramik dan hasil bumi.

Lalu, dalam narasi yang sama, kata “Benoa” diyakini berasal dari “Benua”, nama pelabuhan kecil yang ramai. Seiring waktu, pelafalannya disebut berubah.

Titik balik modern di kawasan selatan Bali

Timeline modern 1972–1973–1980 (konteks Nusa Dua)

Papan sambutan Welcome to The Nusa Dua (konteks timeline)
Penanda kawasan Nusa Dua.

Untuk konteks modern, timeline 1972–1973–1980 sering dirujuk karena rujukannya lebih jelas:

  • 1972: penunjukan pihak untuk menyusun cetak biru kawasan pariwisata terpadu Nusa Dua
  • 1973: berdirinya BTDC untuk mengimplementasikan cetak biru
  • 1980: hotel pertama di Nusa Dua mulai beroperasi

Rujukan timeline 1972–1973–1980 yang dipakai di bagian ini mengacu pada artikel Kementerian Sekretariat Negara RI: konteks pengelolaan kawasan Nusa Dua (ITDC).

Timeline modern dalam Sejarah Tanjung Benoa: Nusa Dua 1972–1980
Timeline Nusa Dua 1972–1980.

Setelah pusat pariwisata tumbuh, kawasan sekitar ikut bergerak. Dari konteks inilah Tanjung Benoa kemudian makin terkenal luas sebagai kawasan wisata bahari, lewat perubahan yang bertahap.

Konteks administratif Tanjung Benoa

Bagian ini hanya konteks administratif singkat, bukan panduan kunjungan.

Status dan struktur wilayah

Tanjung Benoa adalah kelurahan di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Di data kelurahan juga disebut adanya 2 desa adat (Desa Adat Tanjung Benoa dan Desa Adat Tengkulung Benoa) serta 6 banjar/lingkungan.

Batas wilayah

  • Utara: Desa Serangan dan Kelurahan Pedungan (Denpasar Selatan)
  • Timur: Desa Pemogan (Denpasar Selatan)
  • Selatan: Kelurahan Benoa
  • Barat: Samudera Indonesia

“Benoa” vs “Tanjung Benoa”

Dalam percakapan sehari-hari, kata “Benoa” sering terpakai untuk beberapa konteks. Jadi, yang paling mudah Anda ingat:

  • Tanjung Benoa adalah nama kelurahan sekaligus nama kawasan pesisir yang banyak orang kunjungi.
  • Di sisi selatannya ada Kelurahan Benoa (kelurahan yang berbeda).
Sketsa perbedaan Kelurahan Tanjung Benoa dan Kelurahan Benoa
Sketsa ringkas Tanjung Benoa vs Benoa.

Jejak budaya Tanjung Benoa: Caow Eng Bio

Caow Eng Bio sebagai penanda yang sering disebut

Dalam narasi Desa Adat, keberadaan komunitas Tionghoa di Tanjung Benoa sering terkait dengan Klenteng Caow Eng Bio. Dalam narasi yang sama, lokasinya tercantum di Jalan Segara Ening 14, Banjar Adat Darmayasa.

Catatan pembanding (1548 vs 1882)

Di sejumlah tulisan, ada yang mengaitkan Caow Eng Bio dengan tahun 1548. Namun Liputan6 menulis bahwa catatan sejarah yang kuat terkait kapan pendiriannya tidak mudah ditemukan, dan disebut ada prasasti bertahun 1882.

Untuk catatan pembanding yang menyebut “1548” dan rujukan prasasti 1882, rujuk artikel Liputan6: catatan pembanding soal Caow Eng Bio.

Etika singkat di area tempat ibadah

  • Berpakaian sopan.
  • Ikuti aturan setempat, terutama di area tempat ibadah.

FAQ Sejarah Tanjung Benoa

Tanjung Benoa itu di mana?

Di Kuta Selatan, Badung, Bali.

Tanjung Benoa daerah apa?

Kelurahan di Kabupaten Badung, dengan struktur desa adat dan banjar/lingkungan seperti tercatat di data kelurahan.

Sejarah Tanjung Benoa itu tentang apa?

Intinya tentang pesisir yang, dalam narasi lokal, sering dikaitkan dengan pelabuhan dan perdagangan, lalu berubah bertahap hingga identik dengan wisata bahari.

Kenapa sering muncul kata “Benua” dalam cerita Tanjung Benoa?

Dalam narasi Desa Adat, “Benoa” diyakini berasal dari “Benua”, nama pelabuhan kecil yang ramai, kemudian pelafalannya berubah seiring waktu.

Sejak kapan perubahan modernnya terasa?

Salah satu konteks modern yang sering dirujuk adalah pengembangan Nusa Dua pada rangka waktu 1972–1973–1980.

Bacaan terkait

Tanjung Benoa sering diasosiasikan dengan “main laut”. Namun, narasi lokal menggambarkan lapisan cerita yang lebih panjang: kisah singgah dan perdagangan, jejak budaya yang sering disebut, lalu perubahan yang menguat saat pariwisata kawasan selatan Bali tumbuh.

  • Jika Anda butuh gambaran pantai dan konteks kawasan sebelum berangkat, lanjut ke Panduan Pantai Tanjung Benoa: lokasi, suasana, waktu terbaik.
  • Jika Anda ingin tips rute dan pilihan hemat untuk rencana harian, maka lanjut ke Liburan Hemat Tanjung Benoa.
  • Jika Anda mencari detail aktivitas satuan dan alur tiket, lanjut ke Tanjung Benoa Water Sport: harga dan tiket online.

Sumber dan kebijakan pembaruan

  • Ditulis oleh Wayan Suadnyana
  • Disunting oleh Desak & Widya (Sales & Reservasi Wira Tour Bali)
  • Terakhir dicek (WITA, UTC+8): 3 Februari 2026.

Sumber yang dirujuk untuk klaim-klaim kunci di halaman ini:

  • Narasi Desa Adat Tanjung Benoa (sejarah desa)
  • Data Kelurahan Tanjung Benoa (konteks administratif)
  • Setneg (konteks timeline Nusa Dua 1972–1973–1980)
  • Liputan6 (catatan pembanding Caow Eng Bio: 1548 vs prasasti 1882)

Jika sumber resmi memperbarui informasi, halaman ini akan kami sesuaikan.

Kalau Anda butuh klarifikasi nama yang mirip dan konteks area sebelum berangkat, lanjut ke halaman yang membahas panduan pantai/kawasan (bukan aktivitas).

Bagikan ini:

  • Share on Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Share on WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Email a link to a friend(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Share on X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Share on Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram

Artikel Terkait

Tanggal Publish: Februari 3, 2026 | Penulis: Wayan Suadnyana Kategori: Destinasi
Previous Post:Pantai Tanjung Benoa: garis pantai dan suasana siang hariPantai Tanjung Benoa: Lokasi, Suasana, Waktu Terbaik
Next Post:Taro Elephant Safari Park: Jam Buka, Pin Maps, dan ChecklistKeluarga melihat gajah dari balik pagar di Taro Elephant Safari Park

Tentang Wayan Suadnyana

Wayan Suadnyana, seorang penulis di Wira Tour Bali, adalah ahli pariwisata Bali dengan latar belakang pendidikan di Manajemen Pariwisata dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali (2001). Dikenal karena pengalaman lapangannya dan interaksi mendalam dengan komunitas lokal, Wayan menyajikan cerita autentik tentang Bali dalam karya-karyanya. Sebagai pecinta alam dan petualangan, ia menikmati kegiatan seperti arung jeram, water sports, dan bersepeda lintas alam. Dengan pengetahuan lokal yang luas dan dedikasi untuk pariwisata Bali, Wayan adalah sumber informasi yang dapat diandalkan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pulau ini.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Telephone & Email

Email: [email protected]

Phone: +62812 3615 8243

Phone: +62822 4714 8222

Phone: +6236 6558 1096 (Telephone Kantor)

Alamat & Jam Buka

Wira Water Sport (Wira Tour Bali)

Jam Buka: Senin – Minggu Dari 8:00 am – 9:00 pm

Alamat: Jl. Raya Sampalan No.45, Sampalan Tengah, Kec. Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali 80761

Jenis Pembayaran

Cash

Transfer Bank

Credit Card, PayPal

GoPay

Wise, Revolut.

Copyright © 2026 · Water Sport by Wira Tour Bali · All Rights Reserved

Manage by Wira Tour Bali – License NIB-9120007512702/KLBI 79121 & 79111

Kami menggunakan cookie analitik untuk meningkatkan kualitas situs. Pilih “Terima” untuk mengizinkan, atau “Tolak” untuk tetap menggunakan situs tanpa analitik.